Posted by: najib23 | August 11, 2008

Organisasi dan Daya Saing

Organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama dan sepakat berkerjasama untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan. Berdasarkan definisi tersebut, maka karakteristik dari sebuah organisasi adalah memiliki tujuan berbeda dari organisasi lainnya, berisi orang-orang yang sepakat terhadap tujuan dan ada pembagian tugas yang tercermin dalam sebuah struktur. Dalam literatur manajemen pengertian organisasi secara umum banyak dikemukakan oleh para ahli, diantaranya Webster mendefinisikan organisasi sebagai suatu struktur eksekutif dari bisnis atau didefinisikan sebagai suatu keseluruhan termasuk didalamnya fasilitas, material dan orang dengan perilakunya, yang diatur menurut posisi berdasarkan tugas atau pekerjaan yang ditetapkan.

Pada zaman modern ini, keberadaan organisasi sangat diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan bersama secara efisien ditengah situasi yang semakin kompleks. Keberadaan organisasi memungkinkan pencapaian tujuan-tujuan, yang sulit dicapai oleh individu secara perorangan, menjadi lebih mudah, karena adanya kerjasama antar individu yang memungkinkan terjadinya sinergi antar potensi individual. Sinergi adalah akumulasi kekuatan kelompok yang besarnya melebihi penjumlahan dari masing-masing individu jika bekerja secara sendiri-sendiri.

Saat ini dikenal beragam sifat organisasi menurut tujuan dari masing-masing orang yang berhimpun dalam organisasi tersebut, yaitu organisasi bisnis yang ditujukan untuk pencapaian laba dari pemilik atau pemegang saham dan organisasi sosial seperti Yayasan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau organisasi massa yang ditujukan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial. Hal lainnya dikenal organisasi pemerintahan yang berbentuk departemen maupun badan, serta organisasi politik yang ditujukan untuk memperjuangkan aspirasi konstituennya dalam dunia politik.

Setiap organisasi, baik organisasi bersifat profit seperti perusahaan maupun organisasi non profit seperti organisasi massa, yayasan dan lain-lain tentu menginginkan adanya pertumbuhan dan keberlanjutan dalam setiap aktivitasnya. Perusahaan-perusahaan, baik dalam skala kecil, menengah maupun besar, tentu ingin terus meningkatkan keuntungannya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai dan melakukan ekspansi bisnisnya menjadi lebih besar lagi.

Meski hampir seluruh organisasi di dunia menginginkan keberlanjutan, sayangnya tidak semua organisasi mampu menciptakan pertumbuhan dan mempertahankan keberlanjutan aktifitasnya. Hanya sedikit perusahaan besar yang hidup, walau hanya setengah dari umur manusia. Dalam tahun 1983, survey Royal Dutch/Shell menemukan bahwa sepertiga dari perusahaan menurut uraian 500 perusahaan versi Fortune dalam tahun 1970 telah lenyap. Shell memperkirakan bahwa rataan masa hidup perusahaan besar kurang dari 40 tahun.

Banyak hal yang menyebabkan suatu perusahaan gagal, baik karena faktor internal seperti buruknya manajerial perusahaan, ketersediaan modal yang terbatas, kurangnya daya inovasi, dan lain sebagainya maupun faktor eksternal seperti situasi persaingan yang sangat tinggi yang tidak mampu dihadapi, perubahan-perubahan dalam lingkungan bisnis yang tidak dapat diantisipasi, dan lain sebagainya. Pertumbuhan, keberlanjutan maupun kejatuhan sebuah organisasi saat ini bukan lagi sekedar disebabkan oleh persoalan-persoalan teknis semata. Persoalan strategik seringkali memainkan peranan nyata dalam pertumbuhan maupun kejatuhan organisasi/ perusahaan.

Situasi persaingan yang begitu tinggi saat ini telah memaksa perusahaan untuk lebih meningkatkan daya saingnya hingga mencapai tingkatan superior competitive advantage diantara pesaing-pesaingnya. Hal lainnya, perusahaan dituntut terus meningkatkan kapasitas dalam usaha memuaskan kebutuhan konsumennya. Selain itu, pada saat yang sama perusahaan juga bertanggungjawab pada profitabilitas yang memadai guna memuaskan para pemegang sahamnya. Dalam situasi ini, perusahaan dituntut senantiasa sadar dan berusaha memahami perubahan-perubahan yang terjadi pada struktur pasar dan persaingan yang tengah dihadapi (fundamental, inkremental atau radikal), sehingga upaya untuk memuaskan konsumen dan pemegang saham dapat dilakukan simultan.

Banyak perusahaan mengalami kepanikan ketika menghadapi situasi persaingan yang sangat tinggi, karena tantangan bisnis yang dihadapi saat ini jauh lebih besar dari yang pernah dihadapi di masa lalu. Globalisasi ekonomi, dimana produk berupa barang maupun jasa mengalir secara bebas antar negara, telah memberikan tekanan lebih tinggi kepada perusahaan-perusahaan untuk memiliki daya saing. Untuk itu, diperlukan pendekatan manajemen strategik, suatu pendekatan manajerial yang komprehensif dan berorientasi pada jangka panjang dalam mengelola pertumbuhan perusahaan di tengah situasi persaingan yang mengandung risiko dalam suasa ketidakpastian, sehingga perusahaan mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Proses manajemen strategik membantu perusahaan mengidentifikasi apa yang ingin dicapai dan bagaimana mencapai hasil kerja yang bernilai sesuai dengan faktor pendorong (sumber daya alam, manusia dan buatan) dan faktor penarik (pembeli dan lembaga keuangan).

About these ads

Responses

  1. setuju dengan tulisan saudara, tapi memang yang sulit adalah memulai untuk berpikir strategic..karena dalam hiruk pikuk dan kepanikan dateline harian kita sering sulit berpikir lebih jernih mengenai masa depan. thanks atas pencerahannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: